Inilah Tips Praktis Mencuci Helm Sendiri

Hampir semua pengendara memakai helmnya setiap mereka mengendarai motor. dengan seringnya helm dipakai maka tak elak lagi helm tersebut terk...

Tampilkan postingan dengan label Beda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beda. Tampilkan semua postingan

Beginilah Cara Yang Benar Membantu Fakir Miskin

Bagaimana cara membantu orang miskin yang benar? Saling membantu, saling tolong-menolong antara sesama terutama orang miskin yang membutuhkan adalah merupakan ajaran Islam sebagaimana firman Allah dalam al-Quran Surat Al-Maidah ayat 2 yang artinya : dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. 

Pribadi Rasulullah Nabi Muhammad saw. adalah insan yang paling mulia, pribadi yang gemar menolong, membantu orang miskin atau orang yang tidak mampu. Berikut ini adalah sebuah kisah cerita pribadi rasul yang gemar membantu orang miskin dan cara-cara Rasul dalam membantu orang miskin.

Pada suatu hari, Nabi Muhammad saw. sedang berkumpul bersama para sahabatnya, ada seseorang yang datang meminta-minta kepada Nabi Saw. Kemudian Rasulullah saw. bertanya kepada pengemis itu : apakah kamu memiliki sesuatu di rumahmu? Pengemis itu berkata : tentu, saya memiliki pakaian yang biasa untuk dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir. Kemudian, Rasulullah berkata : ambil dan serahkan kepada saya.

Kemudian, sang pengemis itu pun langsung pulang dan segera kembali kepada Rasulullah dengan membawa cangkir seperti apa yang diminta Rasul. Lalu, Rasulullah menawarkan cangkir tersebut kepada para sahabat. 

Rasul berkata : adakah di antara kamu yang ingin membeli ini?. Kemudian salah seorang sahabat menjawab : Saya beli dengan satu dirham. Rasulullah menawarkannya kembali kepada para sahabat yang lain. Ada salah seorang dari sahabat yang sanggup membeli cangkir tersebut dengan harga dua dirham. 

Kemudian, Nabi saw, memberikan dua dirham tersebut kepada pengemis tersebut. Rasulullah berharap agar uang dua dirham tersebut dipergunakan untuk membeli makanan bagi keluarganya, dan sisa uang setelah memberi makanan dipergunakan untuk membeli sebuah kapak. 

Rasulullah berkata kepada pengemis : carilah kayu-kayu yang banyak dan kemudian juallah, dalam waktu dua minggu aku tidak ingin melihat kamu!. Setelah dua minggu berlalu, sang pengemis tersebut datang kembali menemui Rasulullah Saw., tetapi kedatangannya kepada Nabi saw, tidak untuk mengemis. 

Dia datang menemui Rasullah saw. dengan membawa uang sejumlah 10 dirham yang dihasilkannya dari kayu-kayu yang ia jual. Kemudian, Rasulullah Saw. menyuruh pengemis itu untuk membeli makanan dan pakaian keluarganya.

Rasulullah berkata : Hal yang seperti ini lebih baik bagimu, karena meminta-meminta hanya membuat noda pada wajahmu di akhirat kelak. Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali karena tiga hal, fakir miskin yang sungguh-sungguh tidak memiliki sesuatu, utang yang tidak mampu dan bisa terbayar, dan penyakit yang menjadikan seseorang tidak bisa dan mampu berusaha.

Seandainya setiap orang di muka bumi ini bisa mencontoh perilaku Rasulullah saw. sebagaimana tersebut di atas. Dengan jalan memberikan sedekah atau memberikan pekerjaan, niscaya jumlah anak jalanan, pengemis, orang fakir miskin, serta pengangguran dapat terkurangi.

Demikianlah Rasullullah memberikan suri tauladan atau contoh bahwa kebaikan, kesalehan spiritual belum dapat dikatakan sempurna, apabila tidak diikuti dan dibarengi dengan kesalehan, kebaikan sosial.

Cara Nabi Muhammad dalam membantu orang miskin, tidak hanya dalam bentuk uang semata, namun juga dalam bentuk “kail” dalam hal ini diartikan sebagai pekerjaan dengan harapan agar nantinya orang yang tidak mampu tersebut dapat hidup mandiri.

Dalil dalam firman Allah dalam Al-Quran Al-Karim :

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ 

Artinya : (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. QS. Ali-Imran : 134

Firman Allah di atas menjelaskan bahwa orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang dapat menahan marah atau amarahnya serta memaafkan kesalahan orang.

Sesungguhnya kefakiran atau kemiskinan itu dapat menjerumuskan seseorang ke jurang kekafiran.

Apabila kita bisa membantu, berbagi dengan orang lain yang berada di sekeliling kita yang fakir dan miskin yaitu orang miskin dengan cara-cara yang diajarkan Rasulullah saw. pastinya pengangguran, kemiskinan akan berkurang, anak cucu kita terjamin pendidikan dan kesehatannya, serta masih banyak manfaat lain yang akan didapatkan dari saling berbagi dengan orang yang tidak mampu-orang miskin.

READ MORE - Beginilah Cara Yang Benar Membantu Fakir Miskin

Rahasia Mencuci Jersey / Baju Olahraga

Cara mencuci baju mungkin tidak sama pada semua orang, karena standar kebersihan yang berbeda-beda pula. Tapi setiap orang tentu punya kesamaan dalam cara mencuci baju, misalnya sama-sama ingin mencuci dengan cara yang lebih praktis. Selain karena mencuci baju adalah aktivitas yang cukup menyita waktu, adakalanya mencuci juga tidak bisa dilakukan bersama aktivitas lain, karena beberapa pakaian membutuhkan perhatian khusus.

Nah cara mencuci jersey tidak bisa disamakan dengan mencuci baju biasa atau sembarangan, karena dapat merusak jersey itu sendiri. Sedikit kita bahas tentang jersey. Jersey sebenarnya nama lain dari kaos bola. Dimana untuk jersey bola Grare Ori, itu hampir 98 persen sama dengan betuk baju bola yang dipakai pemain dilapangan. Selain bentuknya, bahan jersey pun beraneka ragam tergantung produsen yang memproduksinya, seperti Nike, Adidas dan lainnya. Bahan yang digunakan adalah 100% high quality polyester.

Berikut cara mencuci Jersey yang baik dan benar.
  1. Ambil ember, isi dengan air dan deterjen.Aduk hingga berbusa.
  2. Rendam sebentar jersey bola yg sudah dibalik (bagian dalam diluar) kedalam ember yg berisi campuran air dan deterjen tadi (sekitar 2 ampe 3 menit aja).
  3. Cuci jersey dengan cara diangkat dan dicelupkan berulang-ulang (JANGAN DIKUCEK !).
  4. Setelah itu,siapkan 1 ember lagi.Isi dengan air biasa,lalu angkat dan celupkan hingga sisa diterjen hilang.
  5. JANGAN DIPERAS !!! Biarkan sisa airnya hilang sendiri.
  6. Hindari mencuci dengan mesin cuci.
  7. Jemur jersey dengan gantungan,dan jangan kena sinar matahari langsung.
  8. JANGAN DISETRIKA !!! Nanti sablonannya bisa mengelupas.
Tips utk Patch/Sablon yg mulai lepas :
  • Beri sedikit lem kain (merk UHU), pada patch yang mulai lepas kemudian dibalik patch tersebut diberi kertas minyak atau kain tipis (supaya lem tidak sampai rembes kebagian lain).
  • Setelah itu, siapkan setrika panas.
  • Pada patch yang mulai lepas itu juga dialasi dengan kain tipis (jangan sampai patch atau jersey kontak langsung dengan setrika).
  • Letakan setrika diatas patch dan tekan selama 5 - 7 detik saja.
  • Setelah itu angin - anginkan sebentar hingga panasnya hilang.

READ MORE - Rahasia Mencuci Jersey / Baju Olahraga
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...